Social Icons

ab96

Monday, January 21, 2013

prosedur pengumpulan data AMDAL




1.       PROSEDUR PENGUMPULAN DATA
                Data yang dihimpun dalam aspek sosial AMDAL akan di pergunakan untuk penyusunan pelingkupan,penyajian rona lingkungan,prediksi evaluasi maupun penyusunan  Rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan (RKL/RPL) Dengan demikian,teknik pengumpulan data dalam studi dampak sosial di tunjukan untuk men “supply”proses studi tersebut Berikut di uraikan beberapa teknik pengumpulan data utama yang biasa di pergunakan dalam studi dampak sosial.
1.1    Pertimbangan dalam pengumpulan data
Dalam pengumpulan data ada beberapa pertimbangan yang di gunakan untuk memilih teknik pengumpulan data,antara lain sebagai berikut:
a.       Macam Data yang Harus Dikumpulkan
Data yang harus di kumpulkan umumnya di kaitkan dengan komponen yang terkena dampak dalam penelitian AMDAL,yang menjadi fokus hanya komponen yang terkena dampak,misalnya tingkat pendapatan masyarakat sekitar,kesempatan bekerja,tingkat kenyamanan,dan pola hubungan sosial.
b.       Karakteristik Sumber Data
Karakteristik sumber data meliputi tingkat pendidikan,tingkat sosial-ekonomi,dan jenis pekerjaan.
c.        Ketersediaan Dana , tenaga ,dan keahlian.

1.2    Proses Pengumpulan Data
Menurut WHO proses pengumpulan data adalah sebagai berikut.
a.       Tentukan jumlah, jenis,dan luas daerah penelitian.
b.       Identitas jenis,besarnya sumber pencemaran, dan limbah dalam daerah tersebut.
c.        Tentukan data yang di perlukan dengan memeriksa faktor pencemaran faktor limbah dalam lembaran kerja yang sesuai.
d.       Identitas instansi pemerintah atau badan lain yang mempunyai data yang di perlukan.
e.       Uji silang data yang di kumpulkan dari sebagai sumber dan ketelitiannya.
f.         Jika perlu, ubah satuan data yang di kumpulkan menjadi satuan yang sesuai dengan yang tertera dalam lembar kerja.










                                                                                                                                                                                                              2

1.3    Teknik Pengumpulan Data
Beberapa teknik yang di gunakan dalam pengumpulan data pada studi AMDAL, antara lain adalah sebagai berikut.
a.       Kuesioner
Metode ini di bagi dalam du kategori berikut.
1)       Langsung , yang di lakukan dengan cara penelitian terjun langsung mewawancarai responden.
2)       Tidak langsung, yang di lakukan dengan cara membagikan kuesioner kepada responden . jika telah di isi lengkap ,kuesioner di kirim kepada peneliti.

Beberapa prinsip penyusunan pertanyaan kuesioner, antara lain harus jelas singkat,jangan mengulang pertanyaan , hindari penggunaan istilah-istilah bias,dan tepat.
Survei yang di lakuakn dengan wawancara di tambah dengan kuesioner dapat meghasilkan data dengan kualitas yang tinggi. Hal ini karena adanya beberapa kelebihan sebagai berikut:
1.)    Pewawancara dapat mengetahui apakah pertanyaan dapat di pahami oleh responden dan  apakah jawaban responden relevan dengan pertanyaan.
2.)    Pewawancara dapat bertanya lebih lanjut kepada responden.
3.)    Kehadiran pewawancara akan mempercepat penyelesaian jawaban kuesioner.
b.       Wawancara
Teknik wawancara ada dua macam,yaitu sebagai berikut.
1.)     Wawancara bebas, umumnya di lakukan saat peneliti melakukan peninjauan ke lapangan.
2.)     Wawancara menggunakan pedoman pertanyaan. Teknik ini untuk menggali informasi yang bersifat umum. Teknik iini dapat di ajukan kepada pemakarsa proyek, tokoh masyarakat, dan masyarkat secara langsung.
c.        Observasi
Obeservasi adalah pengamatan dan pencatatan dengan sistematika tentang gejala-gejala yang di amati. Observasi dapat di lakukan peneliti secara langsung. Saat melakukan wawancara , peneliti dapat melakukan pengmatan tentang lingkungan secara umum dan lingkungan dari responden yang di wawancarai.
Beberapa kelebihan teknik observasi, antara lain sebagai berikut.
1.)     Peneliti dapat memahami masalah tempat proyek di lakukan
2.)     Peneliti dapat memperoleh data atau informasi yang tidak mungkin dapat di himpun melalui wawancara atau kuesioner.
3.)     Peneliti mampu melihat sesuatu yang rutin di luar perhatian responden dan sangat berharga bagi penelitian.




                                                                                                                                                                            3               




2.       Faktor-Faktor Penting Dalam AMDAL
               

                Dalam pelaksanaan AMDAL, ada bebarapa faktor yang harus di perhatikan agar hasilnya bersifat akurat dan dapat di pecaya.Berdasarkan praktinya,beberapa faktor yang perlu di perhatikan dalam pelaksanaan AMDAL adalah sebagai berikut.
1.       Penumpulan data harus di lakukan dengan metode yang tepat dan baik,meliputi data primer (langsung) maupun sekunder.
Jenis data yang di peroleh hendaknya bersifat sahih sehingga dapat di percaya dan mendatangkan hasil yang sama(reliabel).
Selain itu, data yang di sajikan harus relevan (ada kaitannya)dengan masalah yang di pelajari.
2.       Penyusunan studi AMDAL,penyusunan AMDAL harus dilakukan oleh para ahli yang berkompeten.
Menurut aturan dan pedoman penyusunan AMDAL,ketua tim penyusun harus bersertifikat AMDAL B,sedangkan anggota penyusun lainnya harus mempunyai keahlian sesuai dengan lingkungan studi AMDAL yang akan di lakukan.
3.       Rona lingkungan hidup. Penyajian Rona lingkungan hidup di wilayah proyek kegiatan hendaknya dilakukan secara lengkap , cermat ,dan tepat.
4.       Waktu.  Penyerahan laporan AMDAL hendaknya di lakukan tepat waktu. Keterlambatan lapora AMDAL akan menyebabkan kurang berfungsinya AMDAL dalam memberikan masukan untuk pengambilan keputusan dalam proses perencanaan
5.       Persyaratan proyek.Penyertaan AMDAL dalam suatu renacana proyek atau usaha haruslah menjadi bagian integral izin pelaksanaan proyek. Penyertaan AMDAL dalam suatu rencana proyek akan mempermudah pemantauan lingkungan hidup.
6.       Komisi AMDAL yang berkualitas dan berwibawa. Keberadaan komisi AMDAL yang berasal dari pihak pemerintah untuk menjamin di laksanakannya AMDAL sangat di perlukan. Badan pemerintah tersebut haruslah mempunyai kewenangan untuk mengawasi pelaksanaan segala sesuatu yang telah direkomendasikan dalam laporan AMDAL . jika terjadi penyimpangan,badan pemerintah tersebut harus dapat menegur atau bahkan dapat memerintahkan penghentian suatu proyek.









                                                                                                                                                                                            4

No comments:

Post a Comment

silahkan komentar dulu sobat